NGAWI, klikwartamedia.com - Musyawarah Cabang (Muscab) DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Ngawi yang digelar di Hotel Nata Azana, Ngawi, Sabtu (4/4/2026), menghasilkan tiga nama yang diusulkan sebagai calon Ketua DPC PKB Ngawi periode mendatang. Ketiga figur tersebut adalah Nuri Karimatunnisa, S.Si., Anas Hamidi, S.H., dan H. Kalam, S.H., yang dinilai memiliki kapasitas serta rekam jejak organisasi untuk memimpin partai lima tahun ke depan.
Proses penjaringan calon dilakukan melalui mekanisme pemetaan yang melibatkan berbagai unsur partai, baik dari tingkat daerah maupun pusat. Langkah ini menjadi bagian dari upaya PKB untuk memastikan kepemimpinan yang lahir dari Muscab memiliki legitimasi kuat sekaligus kesiapan menghadapi agenda politik mendatang.
Perwakilan Ketua DPP PKB yang juga anggota DPR RI, Rivqy Abdul Halim, menjelaskan bahwa proses penentuan calon tidak dilakukan secara instan. Penilaian didasarkan pada keaktifan kader dalam organisasi, masukan dari pengurus DPC, serta pemantauan langsung dari tim pusat yang turun ke daerah.
“Pemetaan calon ketua DPC didasarkan pada keaktifan dalam organisasi, masukan dari DPC, dan tim pusat juga turun langsung untuk melihat bagaimana pergerakan kader di daerah,” ujar Rivqy Abdul Halim.
Setelah nama-nama calon ditetapkan melalui Muscab, tahapan selanjutnya adalah mengikuti uji kelayakan dan kompetensi yang akan dilaksanakan oleh DPP PKB. Dalam tahapan tersebut, para calon juga akan menjalani psikotes serta memaparkan visi dan misi kepemimpinan mereka.
“Para calon yang diusulkan nanti akan mengikuti uji kelayakan, termasuk psikotes dan pemaparan visi misi. Dari situ akan terlihat bagaimana mereka diproyeksikan mampu memimpin PKB di daerah selama lima tahun ke depan,” kata Rivqy Abdul Halim.
Ia menambahkan, pengumuman calon yang lolos seleksi diperkirakan dilakukan sebelum bulan Juli. Selanjutnya, para ketua DPC terpilih dari seluruh Indonesia akan dilantik secara serentak oleh Ketua Umum DPP PKB bertepatan dengan peringatan Harlah PKB pada 23 Juli mendatang.
Selain membahas kepemimpinan, Rivqy juga menyoroti perkembangan elektoral PKB di Kabupaten Ngawi. Ia menilai tren perolehan kursi partai tersebut menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
“Pada Pemilu 2019 PKB hanya memperoleh empat kursi DPRD, namun pada Pemilu 2024 berhasil meningkat menjadi enam kursi. Dengan kaderisasi yang terus kami lakukan, kami optimistis bisa menargetkan sepuluh kursi pada Pemilu 2029 di Kabupaten Ngawi,” tegas Rivqy Abdul Halim.
Menurut Rivqy, strategi menuju target tersebut dilakukan melalui perluasan kaderisasi, pembinaan kader potensial, serta membuka proses pencalonan legislatif lebih awal agar kader memiliki waktu yang cukup untuk membangun basis dukungan di masyarakat.
Ia juga menyinggung kemungkinan konfigurasi politik pada Pilkada 2029. Menurutnya, PKB bersikap realistis dan terbuka terhadap berbagai peluang koalisi yang mungkin terbentuk dalam dinamika politik daerah.
“Politik itu dinamis. Kami realistis, tidak muluk-muluk harus menjadi pemenang, tetapi kami berharap PKB bisa menjadi runner up dan memiliki posisi strategis, dan bisa digandeng menjadi wakil bupati,” ujarnya.
Sementara itu, salah satu kandidat yang diusulkan, Anas Hamidi, menekankan pentingnya soliditas internal partai setelah Muscab selesai. Ia berharap siapapun yang nantinya ditetapkan sebagai ketua DPC mampu menjaga kekompakan organisasi serta menjalankan amanah kader.
“Harapan kami, siapapun yang memimpin DPC PKB Kabupaten Ngawi nanti harus mampu menjaga soliditas partai, mengemban amanah, hadir di tengah masyarakat, dan memberikan solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat,” kata Anas Hamidi.
Hal senada disampaikan Nuri Karimatunnisa yang juga masuk dalam bursa calon ketua DPC. Sekretaris DPC PKB Ngawi sekaligus anggota DPRD Ngawi itu mengapresiasi tingginya partisipasi kader dalam Muscab yang dinilainya mencerminkan kuatnya semangat kebersamaan di tubuh partai.
“Saya sangat mengapresiasi pelaksanaan Muscab ini. Kehadiran peserta hampir seratus persen, bahkan Bupati dan Wakil Bupati juga hadir. Ini menunjukkan semangat kebersamaan dan keseriusan kader dalam membangun PKB Ngawi,” ujar Nuri Karimatunnisa.
Ia menegaskan bahwa siapapun yang nantinya dipercaya memimpin PKB Ngawi harus mampu menjaga loyalitas organisasi serta tegak lurus terhadap garis kebijakan partai. Menurutnya, kedisiplinan kader menjadi kunci untuk memperkuat posisi PKB dalam kontestasi politik ke depan.