NGAWI, klikwartamedia.com - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa Kabupaten Ngawi menggelar Haul Muassis di gedung DPC PKB Ngawi, Minggu (15/2/2026). Kegiatan ini menjadi momentum untuk mengenang jasa para ulama pendiri partai sekaligus meneguhkan nilai perjuangan yang diwariskan oleh tokoh-tokoh Nahdlatul Ulama.
Acara berlangsung khidmat dengan dihadiri kader, simpatisan, serta tokoh agama setempat. Selain doa bersama, kegiatan ini juga menjadi ruang refleksi bagi kader untuk memahami kembali sejarah berdirinya PKB sebagai wadah aspirasi politik warga nahdliyin.
Khatib Syuriah PCNU Kabupaten Ngawi, Hafifudin Khoir, menegaskan bahwa Haul Muassis bukan sekadar seremoni tahunan. Menurutnya, kegiatan ini menjadi sarana meneguhkan komitmen perjuangan ulama dalam melindungi umat dan memperjuangkan keadilan sosial.
“Haul Muassis ini bukan hanya mengenang para pendiri, tetapi juga meneguhkan kembali komitmen perjuangan. PKB lahir dari semangat ulama NU untuk melindungi umat, termasuk memperjuangkan hak perempuan dan anak,” ujar Hafifudin.
Ia menyoroti praktik nikah siri yang dinilai kerap merugikan perempuan dan anak. Menurutnya, persoalan tersebut membutuhkan perhatian serius melalui regulasi yang berpihak pada keadilan dan perlindungan kelompok rentan.
“Praktik nikah siri yang merugikan perempuan harus mendapat perhatian serius melalui regulasi yang berpihak pada keadilan,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa Jawa Timur, Thoriqul Haq, menyampaikan bahwa PKB Jawa Timur tengah menyiapkan langkah strategis untuk memperkuat pelayanan kepada masyarakat.
“Ke depan, DPW Jawa Timur akan mengomandoi pembentukan unit pelayanan PKB di daerah. Program ini dirancang untuk menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, seperti layanan ambulans gratis dan bantuan sosial,” kata Thoriqul Haq.
Ia menegaskan, kehadiran unit pelayanan tersebut diharapkan mampu memperkuat kepercayaan publik terhadap partai. Menurutnya, partai politik harus hadir secara nyata dalam kehidupan masyarakat, tidak hanya saat momentum pemilu.
“Kami ingin memastikan partai hadir bukan hanya saat pemilu, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari warga,” tegasnya.
Secara historis, PKB didirikan pada 1998 sebagai representasi politik warga NU pascareformasi, dengan mengusung nilai Islam moderat, kebangsaan, dan pluralisme. Melalui Haul Muassis ini, PKB Ngawi berharap semangat pengabdian para ulama pendiri tetap menjadi pedoman dalam menjawab tantangan zaman dan kebutuhan masyarakat.