NGAWI, klikwartamedia.com - Puluhan santri dari Pondok Pesantren Al-Hijrah di Desa Karangasri, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, diduga mengalami keracunan setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disediakan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada Jumat (13/2/2026).
Gejala yang dialami para korban antara lain mual, diare, pusing, hingga muntah, muncul pada dini hari setelah konsumsi MBG, sehingga mereka kemudian dilarikan ke berbagai puskesmas dan rumah sakit setempat.
“Menu MBG yang dimakan berupa chicken nuggets, tahu, sayur sawi, wortel dan makanan kering. Pada malam harinya saya merasa pusing dan mual,” ujar Sinta, salah satu santri ponpes.
Data terbaru dari Dinas Kesehatan menunjukkan jumlah pasien yang dirawat kini tersebar di beberapa fasilitas kesehatan di Kabupaten Ngawi sebagai berikut:
Puskesmas Ngawi Purba: 12 orang (rawat inap)
Puskesmas Kasreman: 12 orang (rawat inap)
Puskesmas Padas: 35 orang
- 20 orang (rawat inap)
- 9 orang (rawat jalan)
- 6 orang (observasi)
RSUD Ngawi: 16 orang
- 12 orang (rawat jalan)
- 4 orang (rawat inap)
RSUD Geneng: 6 orang (rawat inap)
Jumlah total korban yang mendapatkan perawatan medis mencapai angka yang signifikan dan terus dipantau oleh petugas kesehatan setempat.
Pihak Dinas Kesehatan Ngawi telah mengambil sampel makanan MBG untuk dibawa ke laboratorium guna memastikan penyebab pasti keracunan. Sementara itu, pengelola program MBG hingga kini belum memberikan pernyataan resmi terkait kejadian ini.
Insiden ini memicu perhatian serius dari orang tua santri dan masyarakat setempat, yang berharap evaluasi menyeluruh terhadap sistem penyediaan dan pengolahan menu MBG agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.