Banjaransari, Ngawi – Mahasiswa PPM-KKN 01 Institut Agama Islam (IAI) Ngawi bersama Pemerintah Desa Banjaransari menggelar kegiatan Gerakan Penanaman Pohon Guna Mencegah Erosi dan Longsor pada Selasa (28/07/2026) di Dusun Barahan, Desa Banjaransari, Kecamatan Padas, Kabupaten Ngawi.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan sekaligus upaya mitigasi bencana di kawasan yang berada di sekitar bibir Sungai Bengawan Solo dan beberapa titik lereng yang memiliki potensi terjadinya erosi maupun longsor. “Dalam kegiatan tersebut, sekitar 250 bibit pohon ditanam di sejumlah lokasi strategis yang dinilai membutuhkan penguatan vegetasi, “Kata Fatih, Ketua PPM KKN IAI Ngawi disela sela kegiatan.
“Berbagai jenis tanaman yang ditanam meliputi pohon beringin, nangka, asam, bambu, tabebuya, serta beberapa jenis tanaman lainnya yang memiliki manfaat ekologis dan mampu membantu memperkuat struktur tanah,” Imbuhnya.
Pemilihan jenis tanaman tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan kemampuan akar dalam menahan tanah, mencegah pengikisan lahan, serta memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan dan masyarakat sekitar.
Kegiatan penanaman pohon ini melibatkan berbagai unsur masyarakat dan pemerintah desa. Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Desa Banjaransari Dodik Surya Mukti Wijaya, S.E., M.Si., Kepala Dusun Barahan Bapak Daeng, Kepala Dusun Brangkal Bapak Theo, Kepala Dusun Banjar I Ibu Winda, Kepala Dusun Banjar II Bapak Prapto, Kaur Perencanaan Bapak Rudi, DPL Kel.01 Ibu Luluk Muasomah., S.Ag. M.Pd.I, 12 Mahasiswa PPM-KKN 01 IAI Ngawi Desa Banjaransari, serta beberapa masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Banjaransari, Dodik Surya Mukti Wijaya, S.E., M.Si., menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa PPM-KKN yang telah menghadirkan program berbasis lingkungan yang memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
“Menanam pohon bukan hanya tentang hari ini, tetapi juga tentang masa depan. Pohon yang kita tanam akan menjadi investasi lingkungan yang manfaatnya dapat dirasakan oleh generasi mendatang. Kami mengapresiasi kolaborasi mahasiswa PPM-KKN IAI Ngawi yang telah menginisiasi kegiatan yang masih sangat relevan dengan kebutuhan Desa Banjaransari,” ungkapnya.
Masih menurut Fatih, bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kontribusi mahasiswa dalam menjawab persoalan lingkungan yang ada di masyarakat.
“Kami tentunya sangat berharap pohon-pohon yang ditanam hari ini tidak hanya mampu menahan erosi dan mengurangi risiko longsor, tetapi juga menjadi langkah awal dalam membangun kesadaran bersama tentang pentingnya menjaga lingkungan. Program ini dirancang agar memberikan manfaat dan dampak yang berkelanjutan dan dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang,” jelasnya.
Lebih lanjut, Fatih menyampaikan bahwa keberhasilan program penghijauan tidak hanya ditentukan oleh proses penanaman, tetapi juga oleh komitmen bersama dalam merawat dan menjaga tanaman yang telah ditanam. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah desa, masyarakat, dan berbagai pihak menjadi faktor penting dalam menjaga keberlangsungan program tersebut.
Selain berfungsi sebagai upaya konservasi tanah dan air, penanaman pohon juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas lingkungan, menjaga keseimbangan ekosistem, mengurangi dampak perubahan iklim di tingkat lokal, serta menciptakan kawasan hijau yang lebih asri dan nyaman bagi masyarakat.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk implementasi pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh mahasiswa PPM-KKN 01 IAI Ngawi. Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat, diharapkan tercipta budaya peduli lingkungan yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi mampu berkembang menjadi gerakan bersama yang berkelanjutan.
Dengan terlaksananya Gerakan Penanaman Pohon ini, Desa Banjaransari diharapkan memiliki kawasan yang lebih hijau, lebih aman dari ancaman erosi dan longsor, serta mampu menjadi contoh praktik pelestarian lingkungan berbasis partisipasi masyarakat di tingkat desa.