Klik Warta Media

NGAWI, klikwartamedia.com - Konsolidasi Pengurus Cabang (PC) Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Kabupaten Ngawi bersama 19 Pengurus Anak Cabang (PAC) digelar di Gedung PCNU Ngawi pada Senin (17/2/2025). Forum ini mengusung tema “Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk Semua” dan dihadiri seluruh pengurus PAC se-Kabupaten Ngawi. Kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk merumuskan arah gerak organisasi sekaligus menjawab tantangan pendidikan yang semakin kompleks.

 

Konsolidasi tersebut bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan upaya menyatukan visi dan langkah dalam meningkatkan mutu pendidikan. Di tengah perubahan kebijakan dan dinamika dunia pendidikan, Pergunu dituntut tidak berjalan lambat. Forum ini menegaskan bahwa stagnasi bukan pilihan, sementara inovasi adalah keharusan.

 

Ketua PCNU Kabupaten Ngawi, H. Rudi Triwachid, yang turut membersamai acara, menekankan pentingnya percepatan gerak organisasi. Ia mengingatkan bahwa Pergunu harus berani berbenah dari dalam dan memperkuat fondasi kelembagaan. “Pergunu harus lebih cepat dalam berinovasi dan akselerasi program. Harus ada kaderisasi, strukturisasi, peningkatan kapasitas SDM dan lembaga. Kita harus mampu menjawab tantangan guru hari ini,” tegasnya.

 

Pernyataan tersebut menjadi alarm keras bagi seluruh pengurus. Menurutnya, organisasi yang lamban beradaptasi akan tertinggal dan kehilangan relevansi. Karena itu, konsolidasi harus menghasilkan langkah nyata, bukan sekadar seremonial yang berulang tanpa dampak.

 

Ketua Pergunu Ngawi, Nuri Kharimatunnisa, menegaskan bahwa tema yang diangkat bukan sekadar jargon. Ia menilai pembelajaran mendalam merupakan kebutuhan mendesak di tengah transformasi pendidikan. “Ini bukan sekadar slogan, melainkan ikhtiar kolektif untuk menjawab tantangan zaman. Guru tidak lagi cukup hanya menyampaikan materi, tetapi harus menghadirkan pembelajaran yang bermakna, kontekstual, dan menyentuh dimensi karakter peserta didik,” ujarnya.

 

Ia menjelaskan bahwa pembelajaran mendalam (deep learning) menekankan pemahaman konsep secara utuh, kemampuan berpikir kritis, reflektif, kolaboratif, serta penguatan nilai spiritual dan sosial. Dalam konteks pendidikan Islam, pendekatan ini selaras dengan tujuan membentuk insan yang berilmu sekaligus berakhlak, bukan sekadar lulusan yang mengejar angka.

 

Pergunu, sebagai bagian dari Persatuan Guru Nahdlatul Ulama, memikul tanggung jawab moral untuk memastikan pendidikan bermutu dapat diakses semua peserta didik. Realitas di lapangan menunjukkan kesenjangan masih terjadi, terutama di wilayah pinggiran dan madrasah kecil yang sering luput dari perhatian kebijakan.

 

Pendidikan bermutu untuk semua, sebagaimana disepakati dalam forum, mensyaratkan empat hal mendasar, guru yang terus belajar dan berinovasi, pembelajaran yang adaptif terhadap kebutuhan murid, kolaborasi kuat antarpendidik, serta penguatan nilai Ahlussunnah wal Jama’ah dalam praktik pendidikan. Tanpa empat pilar ini, kualitas pendidikan hanya menjadi slogan kosong.

 

Forum konsolidasi ini, menurut Ning Nuri, (sapaan akrab Nuri Karimatunnisa), dinilai sangat strategis karena tidak hanya menyatukan struktur organisasi, tetapi juga menyelaraskan visi, gerak, dan komitmen. Dengan koordinasi yang solid, program kerja dapat berjalan sinergis, pelatihan guru lebih merata, dan advokasi pendidikan dapat dilakukan secara lebih kuat dan terarah.

 

Melalui Forum ini, para peserta berharap terbangunnya komunikasi intensif antar-PAC, tersusunnya program peningkatan kompetensi guru berbasis kebutuhan daerah, serta terciptanya budaya berbagi praktik baik (best practice) pembelajaran. Harapan tersebut bukan utopia, melainkan target realistis jika komitmen dijaga.

 

Namun, tantangan ke depan tidak ringan. Dunia pendidikan bergerak cepat, sementara kapasitas guru dan lembaga sering kali berjalan di tempat. Jika Pergunu tidak mengambil peran strategis, maka peluang untuk memperbaiki mutu pendidikan akan diambil pihak lain yang lebih siap.

 

Akhirnya, forum ini menjadi pengingat bahwa kekuatan organisasi terletak pada kebersamaan dan keberanian berubah. Pendidikan bermutu untuk semua bukan mimpi kosong, tetapi tujuan yang bisa dicapai jika Pergunu bergerak satu langkah, satu visi, dan satu komitmen. “Kita kuat bukan karena individu, tetapi karena kebersamaan. Pendidikan bermutu untuk semua akan terwujud jika kita bergerak bersama secara konsisten dan terarah,” pungkas Ketua Pergunu Ngawi, Nuri Kharimatunnisa.

Bagikan artikel ini

Tridoso
567 tayangan

Berita Terkait

Baca artikel-artikel lainnya yang mungkin Anda minati