Klik Warta Media

NGAWI, klikwartamedia.com - Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di SMKN 1 Sine menjadi perhatian publik setelah muncul informasi mengenai adanya arahan pembuatan surat keterangan sehat di salah satu klinik swasta di Kecamatan Sine. Kebijakan tersebut memunculkan pertanyaan karena surat sehat merupakan salah satu syarat administrasi wajib bagi calon peserta didik yang hendak mendaftar.

 

Informasi yang beredar menyebutkan, pihak sekolah melalui grup WhatsApp memberikan pemberitahuan yang menyarankan calon siswa membuat surat sehat di Klinik Aisyah Tulakan. Meski disebut sebagai bentuk saran, informasi tersebut memicu berbagai tanggapan karena berkaitan langsung dengan proses penerimaan siswa baru.

 

Sorotan semakin menguat setelah ditemukan sejumlah calon siswa yang mengaku mengalami kendala saat pendaftaran. Mereka telah melampirkan surat sehat yang diterbitkan oleh Puskesmas setempat, namun berkas tersebut disebut tidak diterima oleh panitia SPMB dengan alasan tidak sesuai arahan sekolah.

 

Kondisi itu menimbulkan pertanyaan mengenai standar penerimaan dokumen kesehatan yang digunakan dalam proses pendaftaran. Sebab, baik puskesmas maupun klinik sama-sama merupakan fasilitas kesehatan yang memiliki kewenangan menerbitkan surat keterangan sehat sesuai ketentuan yang berlaku.

 

Menanggapi hal tersebut, Humas SMKN 1 Sine, Anang Prabowo, membantah adanya pengarahan kepada calon siswa untuk menggunakan layanan kesehatan tertentu. Menurutnya, sekolah hanya memberikan saran berdasarkan kondisi pelayanan yang ada di lapangan.

 

"Menyarankan, bukan mengarahkan, alasannya gini, Puskesmas itu pasiennya lebih banyak kalau di Aisyah itu sedikit (pasien), hanya melihat situasi dan kondisi di lapangan saja" kilahnya, Rabu, (3/6/26).

 

Penjelasan tersebut belum sepenuhnya menjawab pertanyaan yang berkembang di masyarakat. Pasalnya, adanya laporan penolakan terhadap surat sehat dari puskesmas membuat sebagian pihak menilai bahwa rekomendasi yang diberikan sekolah seolah menjadi acuan yang harus diikuti oleh calon peserta didik.

 

Saat ditanya mengenai kemungkinan adanya kerja sama antara sekolah dengan klinik swasta tersebut, Anang menegaskan tidak ada hubungan kerja sama yang dimaksud.

 

"Kalau itu (kerja sama dengan Klinik) Jelas, jelas ndak ada" katanya.

 

Di sisi lain, Anang menegaskan bahwa surat sehat menjadi syarat bagi seluruh calon siswa tanpa membedakan jurusan yang dipilih. " Iya, (semua jurusan menggunakan surat sehat)" jelasnya.

 

Sementara itu, Kepala Puskesmas Sine, Dina, menyampaikan bahwa jumlah calon siswa yang mengurus surat sehat di puskesmas juga cukup banyak selama masa pendaftaran berlangsung.

 

"yang minta (surat sehat) di Puskesmas Sine juga banyak" terangnya.

 

Polemik ini pun memunculkan harapan agar proses SPMB berjalan transparan dan memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh calon peserta didik tanpa menimbulkan kesan adanya perlakuan khusus terhadap fasilitas kesehatan tertentu.

Bagikan artikel ini

Tri
8 tayangan

Berita Terkait

Baca artikel-artikel lainnya yang mungkin Anda minati