NGAWI, klikwartamedia.com - Momentum Women International Day dimaknai secara reflektif oleh Korps PMII Putri (Kopri) PMII Kabupaten Ngawi melalui diskusi bertajuk Women Movement: Perempuan Berdaya dalam Kepemimpinan, Pendidikan, dan Ruang Publik. Kegiatan ini menjadi ruang berbagi gagasan sekaligus memperkuat kesadaran kader perempuan tentang pentingnya peran perempuan dalam berbagai sektor kehidupan.
Diskusi tersebut digelar dalam suasana hangat, ceria, dan santai di Kedai Lebah Madu, Beran, Kabupaten Ngawi. Para pengurus Kopri PMII bersama kader dari berbagai komisariat se-Kabupaten Ngawi tampak antusias mengikuti kegiatan yang tidak hanya berisi pemaparan materi, tetapi juga ruang dialog terbuka antar peserta.
Acara ini menghadirkan tokoh perempuan Nahdlatul Ulama yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi I DPRD Ngawi, Nuri Karimatunnisa atau yang akrab disapa Ning Nuri. Kehadirannya memberikan perspektif langsung tentang pengalaman perempuan dalam memimpin, mengambil keputusan, serta menghadapi dinamika di ruang publik.
Dalam pemaparannya, Ning Nuri menekankan bahwa gerakan perempuan harus dimulai sejak dini. Menurutnya, perempuan perlu menyadari potensi diri dan berani mengambil peran strategis di tengah masyarakat. Ia menilai forum-forum diskusi seperti ini penting untuk menumbuhkan keberanian sekaligus memperkuat kapasitas kader perempuan.
“Pergerakan itu harus dimulai sejak dini. Betapa pentingnya perempuan untuk berdaya dan digdaya. Sebagai perempuan, khususnya kader Kopri, kita tidak hanya sekadar berkumpul, tetapi juga harus memberi dampak nyata bagi lingkungan sekitar,” ujar Nuri Karimatunnisa. Minggu (08/3/2025).
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kepemimpinan tidak selalu identik dengan jabatan formal. Kepemimpinan, kata dia, tercermin dari kemampuan seseorang dalam mengambil keputusan, mengelola tanggung jawab, serta memberikan pengaruh positif bagi lingkungan sekitar.
Selain itu, pendidikan dinilai sebagai instrumen paling ampuh untuk memutus rantai ketidaktahuan dan keterbelakangan. Dengan pendidikan yang kuat, perempuan tidak hanya mampu mengembangkan diri, tetapi juga berkontribusi lebih luas bagi masyarakat.
Diskusi kemudian berkembang ke persoalan ruang publik. Para peserta menyoroti pentingnya ruang yang adil bagi perempuan untuk menyampaikan gagasan, aspirasi, serta terlibat dalam proses pengambilan keputusan di berbagai bidang. Sesi ini dilanjutkan dengan tanya jawab serta diskusi dari masing-masing komisariat Kopri PMII di Kabupaten Ngawi.
Menutup kegiatan tersebut, Ning Nuri mendorong kader Kopri untuk terus meningkatkan kapasitas diri sekaligus membangun solidaritas antarperempuan.
“Perempuan berdaya harus terus meng-upgrade skill dalam berbagai hal, memiliki support system yang kuat, sesama perempuan harus saling mendukung, bukan saling menjatuhkan. Selain itu, beranilah berbicara dan menyampaikan pendapat di forum sekecil apa pun. Ingat, Kopri bukan hanya pelengkap organisasi, tetapi jantung pergerakan,” ujarnya.